• RIWAYAT KELENTENG, VIHARA, LITHANG DI JAKARTA & BANTEN

    IDR 75,000.00
    Available
    Maaf. Produk ini belum tersedia saat ini.
    Beritahu saya melalui email saat stok produk ini kembali tersedia:
    Riwayat Kelenteng, Vihara, Lithang di Jakarta & Benten


    - Kode Buku : UNF152
    - ISBN : 9789797980603
    - Penulis: Yoest
    - Penerbit: Bhuana Ilmu Populer (Kelompok Gramedia)
    - Tgl/Thn Terbit : 2008
    - Jumlah Halaman : 325
    - Berat Buku : 0,6 kg
    - Format Buku : Soft Cover (kertas HVS putih, disampul plastik)
    - Buku bekas, diengkapi banyak foto-foto dokumentasi berwarna, kondisi sangat baik, halaman lengkap , ex koleksi pribadi

    Berbicara mengenai kelentang, tidak terlepas dari para sinbeng yang dipuja oleh umat Tri Dharma, yakni Tao-is, Buddhis, dan Konfucian. Itulah sebabnya sebagian orang mesih menyebutnya Tempat Ibadah Tri Dharma atau disingkat TITD.

    Keberadaan kelenteng di tanah ir sudah ratusan tahun silam. Dalam sejarah Tiongkok kuno dikatakan, orang-orang China mulai merantau ke Indonesia pada masa akhir pemerintahan Dinasti Tang. Mereka datang dan menetap di berbagai pelosok tanah air, seperti Palembang, Cirebon, Tuban, Surabaya, Gresik, Banten, Jakarta dan tempat-temat lainnya. Selain untuk mencari rempah-rempah, mereka juga memperkenalkan kebudayaan, termasuk misi keagamaan. Untuk menjalankan misi dan ritual keagamaannya, mereka mendirikan tempat peribadatan yang disebut kelenteng.

    Buku ini khusus membahas sejarah, keunikan bentuk bangunan dan ornamen serta sinbeng yang dipuja di Kelenteng, Vihara, dan Lithang yang tersebar di Jakarta dan Banten lengkap dengan alamatnya. Usia kelenteng itu sendiri berbeda-beda. Ada yang berdiri sejak abad ke-17, ada pula yang dibangun pada pertengahan abad ke-18 atau sesudahnya.