• RENGASDENGKLOK - REVOLUSI DAN PERISTIWA 16 AGUSTUS 1945

    IDR 40,000.00
    Available
    Maaf. Produk ini belum tersedia saat ini.
    Beritahu saya melalui email saat stok produk ini kembali tersedia:
    Rengasdengklok - Revolusi dan Peristiwa 16 Agustus 1945


    - Kode Buku : UNF116
    - ISBN : 9789797094355
    - Penulis: Her Suganda
    - Penerbit: Buku Kompas
    - Tgl/Thn Terbit : 2009 (cetakan pertama)
    - Jumlah Halaman : 242
    - Berat Buku : 0,2 kg
    - Dimensi Buku: 14 x 21 cm

    - Format Buku : Soft Cover (disampul plastik)
    - Buku bekas, kondisi sangat baik, lengkap, ada bercak kecoklatan di halaman awal karena cuaca dan usia buku, ex Koleksi Pribadi


    Kota kecil Rengasdengklok selalu menjadi bahan pembicaraan menarik, terutama pada setiap menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Tepat sehari sebelum proklamasi, para pemuda dan anggota PETA membawa Bung Karno dan Bung Hatta disertai Ibu Fatmawati dan Guntur Soekarnoputra yang masih bayi ke kota kecil itu. Padahal, pada hari yang sama Bung Karno dan Bung Hatta rencananya akan memimpin rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).


    Kehadiran kedua pemimpin Bangsa Indonesia di Rengasdengklok menjadi lebih menarik karena adanya satu peristiwa unik lain.
    Pada Kamis tanggal 16 Agustus 1945 itu, di halaman pendopo kewedanan berlangsung upacara penurunan bendera Jepang, Hinomaru, yang diikuti penaikan Sang Saka Merah Putih. Peristiwa itu dilanjutkan dengan pernyataan kemerdekaan oleh camat setempat.

    Peristiwa Rengasdengklok dianggap sebagai cerminan dinamika, sikap, dan semangat para pemuda di Jakarta. Apa yang terjadi di kota kecil ini merupakan mata rantai yang berpengaruh terhadap peristiwa paling bersejarah bagi bangsa Indonesia, yakni proklamasi kemerdekaan yang dilakukan Bung Karno dan Bung Hatta di Jakarta keesokan harinya.

    Buku kecil ini berusaha memfokuskan perhatian pda rangkaian peristiwa yang terjadi di Rengasdengklok sehari sebelum proklamasi kemerdekaan, meskipun peristiwa itu hanyalah merupakan bagian dari riwayat daerah ini. Rengasdengklok ternyata memiliki sejrh lokal yang menarik untuk disimak, seperti: Kisah pertempuran Suroto Kunto, Kapten Lukas Kustarjo dan pasukannya - Rawagede Banjir Darah, "Gedung Jangkung" tempat para pejuang disiksa. Huru-hara 30 Januari 1997, dan lain-lain. Pmerhati sejarah, dosen, pelajar dan mahasiswa, serta siapa saja yang ingin mengetahui peristiwa sejarah, patut membaca buku ini.