• LEGIUN MANGKUNEGARAN (1808-1942)

    IDR 65,000.00
    Available
    Maaf. Produk ini belum tersedia saat ini.
    Beritahu saya melalui email saat stok produk ini kembali tersedia:
    Legiun Mangkunegaran (1808 - 1942)
    -- Tentara Jawa-Perancis Warisan Napoleon



    - Kode Buku : UNF056
    - ISBN : 9789797095994
    - Penulis: Iwan Santosa, Joko Widodo (Sambutan sebagai walikota Solo), Asvi Warman Adam (Pengantar)
    - Penerbit: Buku Kompas
    - Tgl/Thn Terbit : September 2011 (cetakan pertama)
    - Jumlah Halaman : 445

    - Berat Buku : 0,5 kg
    - Format Buku : Soft Cover
    - Buku bekas, kondisi baik, halaman kekuningan karena usia buku dan cuaca, ada 1 halaman hilang (halaman index), ex perpustakaan (ada bekas cap).

    Sebelum restorasi Meiji di Jepang dan tumbangnya Dinasti Qing di China, dua peristiwa yang mengubah wajah Asia, pembaruan radikal di bidang militer sudah dimulai di Jawa pada tahun 1808, saat Hindia Belanda ikut dikuasai Perancis. Ketika itu Kaisar Perancis Napoleon Bonaparte memerintahkan dibentuknya Legiun Mangkunegaran, pasukan Praja Mangkunegaran di Surakarta, dengan mencontoh Grand Armee, tentara Perancis, angkatan bersenjata paling digdaya di dunia kala itu. Legiun Mangkunegaran kemudian juga berkembang menjadi tentara paling profesional dan modern di Asia.                 
                       
    Di zaman pra-Indonesia merdeka, Legiun Mangkunegaran pernah terlibat dalam banyak perang yang ikut menentukan perjalanan sejarah negeri ini. Dalam Perang Diponegoro (1825-1830) ia menjadi penjaga Yogyakarta dan Surakarta dari serangan pasukan Pangeran Diponegoro dan kemudian menghancurkan benteng terakhir Diponegoro. Legiun Mangkunegaran juga menjadi bagian penting pasukan Gubernur Jenderal Janssens dalam pertempuran melawan pasukan Royal Marines (Inggris) di Jatingaleh, Semarang (1811).                                   

    Tentara Jawa ini turut berperang menundukkan Kesultanan Aceh (1873), menumpas bajak laut di Bangka (1919-1920), melawan gerakan radikal keagamaan, hingga perang melawan serbuan Jepang ke Jawa pada 1942.

    Buku yang mengurai rinci berbagai peristiwa sejarah yang belum banyak dibicarakan, khususnya yang terkait dengan keberadaan Legiun Mangkunegaran, satuan militer yang menjadi mata rantai terlupakan dalam sejarah modernisasi dan reformasi militer Indonesia. Ditulis wartawan Kopas Iwan Santosa dengan gaya bahasa populer yang mudah dicerna.