• EKSPEDISI CILIWUNG - MATA AIR, AIR MATA (LAPORAN JURNALISTIK KOMPAS)

    IDR 50,000.00
    Available
    Maaf. Produk ini belum tersedia saat ini.
    Beritahu saya melalui email saat stok produk ini kembali tersedia:
    Ekspedisi Ciliwung - Laporan Jurnalistik Kompas
    -- Mata Air, Air Mata

    • Kode Buku : UNF107
    • ISBN: 9789797094249
    • Penulis : Tim Kompas
    • Penerbit : Buku Kompas
    • Tgl/Thn Terbit: Juni 2009 (cetakan pertama)
    • Jumlah Halaman : 280
    • Berat Buku : 0,4 kg
    • Dimenasi Buku: 15 x 23 cm
    • Format Buku : Soft Cover (karton lipat)
    • Buku bekas, kondisi sangat baik, ex koleksi pribadi

    Berkah maupun bencana alam pada hakikatnya hanyalah jawaban alam atas tindakan yang telah ia terima dari manusia. Jika kita memperlakukan dan mengolah lingkungan alam dengan bijak, kita bakal menuai berkah yang melimpah; namun, sebaliknya, kalau alam diperlakukan dengan semena-mena, bisa dipastikan ia bakal melakukan pembalasan dengan mencurahkan seribu satu musibah.

    Tulisan-tulisan dalam buku ini secara umum menggambarkan kausalitas serupa juga terjadi dalam hubungan antara Sungai Ciliwung dan manusia-manusia yang hidup di sepanjang daerah alirannya. Ciliwung yang di zaman purbakala dimuliakan dan dijaga sebagai sumber air yang utama, kemudian mengalami perusakan dan pencemaran parah akibat faham kapitalisme yang cenderung eksploitatif.

    Perubahan sikap manusia atas Ciliwung mengakibatkan sungai itu mengalami perubahan peran ekologis. Sungai utama yang membelah Jakarta itu, yang dulu merupakan mata air dan sumber kehidupan, kini telah berubah menjadi sumber air mata akibat banjir dan seribu-satu macam bencana lain yang seringkali dibawa.


    Buku ini membahas sejarah Sungai Ciliwung, sungai purba yang kian terpuruk dan belum digarap maksimal, memotret masalah dan perkembangan di sepanjang jalur, kisah-kisah kemanusiaan, serta potensi yang siap digali untuk masa datang. Dilengkai dengan foto-foto yang menggugah serta infografis yang bisa menambah wawasan tentang Ciliwung.