• CINA MUSLIM - DAN RUNTUHNYA REPUBLIK BISNIS

    IDR 35,000.00
    Available
    Maaf. Produk ini belum tersedia saat ini.
    Beritahu saya melalui email saat stok produk ini kembali tersedia:
    Cina Muslim dan Runtuhnya Republik Bisnis


    - Kode Buku : UNF489
    - ISBN : 9786027595118
    - Penulis: Teguh Setiawan
    - Penerbit: Republika
    - Tgl/Thn Terbit : Juli 2012
    - Jumlah Halaman : 261
    - Berat Buku : 0,2 kg
    - Format Buku : Soft Cover
    - Buku Baru, stok lama toko

    "Belanda menuduh Tionghoa memeluk Islam untuk menghindari pajak dan memperoleh akses berdagang lebih luas."

    Benarkah?

    Sedemikian banyak kisah tentang keterlibatan Muslim Tionghoa dalam penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, tapi mereka tidak pernah bisa melepaskan statusnya sebagai minoritas di dalam minoritas.

    Muslim Tionghoa berhasil menerjemahkan Alquran dalam bahasa Mandarin pada abad 17, namun karya itu sempat lenyap selama dua abad.

    Muslim Tionghoa pernah mendirikan partai, tapi siapa sudi melacak dan mencatat sejarahnya. terdapat asumsi, Muslim Tionghoa di era kolonial menganut mazhab Hanafi dan tidak mengenal tiga mazhab lainnya: Hambali, Maliki dan Syafi'i. Mereka juga tidak mengenal istilah Sunni dan Syiah.

    ***

    Liu Asheng masih terus berkuasa di bawah pengaruh Belanda. ia meninggal pada 1884. Beberapa hari setelah kematiannya, tentara Belanda memasuki Mandor. Sejarah Republik Lanfang pun berakhir.

    Namun seorang sejarawan menyebutkan, Republik Lanfang di Kalimantan Barat tidak benar-benar musnah setelah orang terakhir mereka meninggalkan pulau itu. Gagasannya dibawa masyarakat Hakka yang lari ke Medan, diwariskan ke generasi berikut yang menyebar dari Kuala Lumpur sampai Singapura. Salah satu keturunan mereka; Lee Kuan Yew, mendirikan Republik Lanfang kedua bernama Singapura.